Perkembangan pendidikan di Jepang menunjukkan komitmen untuk menciptakan sistem pendidikan yang inklusif, berbasis teknologi, dan berkualitas tinggi. Indonesia dapat mengambil inspirasi dari kebijakan-kebijakan tersebut untuk meningkatkan kualitas pendidikan di tanah air, memastikan akses yang setara bagi semua siswa, dan mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan global.
1. Pendidikan Dasar Berbasis Teknologi dan Keterampilan Abad 21
Jepang telah memulai slot qris implementasi buku teks digital di sekolah dasar dan menengah pertama pada tahun ajaran 2024. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan digital siswa dan mempersiapkan mereka menghadapi tantangan masa depan. Selain itu, Jepang juga telah memasukkan pengajaran bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di sekolah dasar, dimulai dari kelas 5 dan 6, untuk meningkatkan kemampuan komunikasi global siswa.
Indonesia dapat mempertimbangkan pendekatan serupa dengan mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran dan memperkenalkan bahasa asing sejak dini untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi era globalisasi.
2. Pendidikan Tinggi yang Terbuka dan Inklusif
Mulai April 2025, Jepang mengimplementasikan kebijakan pendidikan tinggi gratis untuk semua siswa di sekolah menengah atas negeri. Setiap siswa akan menerima subsidi tahunan sebesar ¥118.800, sehingga biaya pendidikan menjadi nol. Selain itu, mulai April 2026, batasan pendapatan untuk subsidi bagi siswa sekolah menengah atas swasta akan dihapuskan, dengan bantuan pemerintah meningkat hingga ¥457.000 per tahun per siswa.
Indonesia dapat meniru kebijakan ini dengan meningkatkan akses pendidikan tinggi melalui subsidi dan beasiswa, serta menghapus batasan pendapatan untuk memastikan semua siswa memiliki kesempatan yang sama melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
3. Sekolah Inklusif dan Dukungan untuk Siswa dengan Kebutuhan Khusus
Jepang telah memperkenalkan “COCOLO Plan” pada Maret 2023, yang bertujuan memastikan kesempatan belajar bagi semua anak dengan membangun sistem sosial yang komprehensif. Rencana ini melibatkan kolaborasi antara sekolah, komunitas lokal, keluarga, dan organisasi lainnya untuk mendukung siswa yang enggan bersekolah dan memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam pendidikan.
Indonesia dapat mengadopsi pendekatan inklusif ini dengan membangun sistem dukungan yang melibatkan berbagai pihak untuk memastikan bahwa semua siswa, termasuk mereka dengan kebutuhan khusus, mendapatkan pendidikan yang layak dan setara.
4. Fokus pada Kesejahteraan Guru dan Reformasi Sistem Pendidikan
Jepang menghadapi tantangan terkait kekurangan tenaga pengajar dan kelelahan guru. Untuk mengatasi hal ini, serikat guru Jepang mengajukan tiga tuntutan utama: pengurangan beban kerja, penambahan staf, dan reformasi hukum. Langkah-langkah ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan guru dan memastikan mereka dapat memberikan pendidikan berkualitas kepada siswa.
Indonesia dapat meniru langkah ini dengan memberikan perhatian lebih kepada kesejahteraan guru, termasuk pengurangan beban administratif dan peningkatan jumlah tenaga pengajar, untuk memastikan kualitas pendidikan yang optimal.
5. Meningkatkan Daya Saing Global Melalui Pendidikan Internasional
Jepang menargetkan memiliki 400.000 mahasiswa internasional pada tahun 2033. Pada Mei 2024, Jepang telah mencapai 312.000 mahasiswa internasional, tiga tahun lebih awal dari target sebelumnya. Langkah ini menunjukkan komitmen Jepang untuk menjadi pusat pendidikan global dan menarik talenta dari berbagai negara.
Indonesia dapat meningkatkan daya saing globalnya dengan memperkuat program pertukaran pelajar, meningkatkan kualitas pendidikan tinggi, dan menarik mahasiswa internasional melalui beasiswa dan fasilitas yang mendukung.