skip to Main Content
1-800-987-654 admin@totalwptheme.com

Proses Pembentukan Urine

Proses Pembentukan Urine

Proses pembentukan urine terjadi pada organ dalam bernama ginjal yang memiliki peranan utama sebagai pengatur sistem berkemih pada manusia. Setiap manusia memiliki dua buah ginjal yaitu kanan dan kiri yang melalui proses pembentukan urine dan memiliki bagian-bagian seperti:

  1. Arteri afferent sebagai input masuknya darah dari vena porta
  2. Glomerulus sebagai alat filtrasi
  3. Capsula bowman merupakan tempat penghantar proses filtrasi ke duktus
  4. Arteri efferent yaitu kembalinya darah dari ginjal ke vena porta, duktus proksimal, loop of henle terdapat descenden (kebawah)
  5. Scenden (keatas), tubulus distal tempat penyerapan kembali zat zat, kemudian collecting duktus, ureter, kandung kemih dan uretra.

Proses Pembentukan Urine seperti tahap berikut ini :

1. Filtrasi/Proses penyaringan

Filtrasi merupakan proses penyaringan oleh ginjal terhadap zat-zat sisa metabolisme yang harus dibuang tubuh seperti urea, Cl, H2O/ air. Proses filtrasi ini terjadi di glomerulus ketika darah masuk ke ginjal melalui arteri afferent membawa partikel – partikel darah yang akan disaring. Dalam glomerulus proses penyaringan harus melewati membran filtrasi salah satunya celah-celah podocyte di capsula bowman. Komponen-komponen darah yang kecil akan melalui celah membran filtrasi seperti podocyte kemudian dilanjutkan ke tubulus proksimal. Partikel dalam darah yang besar seperti plasma dan protei atau albumin normalnya tidak dapat tersaring dan tetap di dalam darah. Proses filtrasi ini melalui membran filtrasi yang terdiri dari sel entoteliel, epitel, dan podocyte yang memiliki jarak sangat rapat namun masih memungkinkan partikel kecil untuk melewatinya. Proses filtrasi ini terjadi pada bagian renal curpusle dari keseluruhan proses pembentukan urin. Proses filtrasi ini menghasilkan urine yang masih mengandung zat zat yang berguna seperti glukosa, garam, dan asam amino atau di sebut juga urine primer.

2. Reabsorbsi

Proses pembentukan urine selanjutnya adalah reabsorbsi dimana diserapnya kembali zat zat yang masih berguna bagi tubuh dan masuknya zat zat lain dari tubuh yang tidak berguna. Reabsorbsi ini terjadi di tubulus proksimal yang dilakukan oleh sel sel epitel di tubulus. Zat zat yang direabsorbsi berasal dari urine primer yang mengandung komponen seperti glukosa, asam amino, Na+, K+, Cl–, HCO3-, Ca2+, dan air. Air akan diserap kembali pada proses osmosis di tubulus dan loop of henle. Zat zat yang masih berguna akan masuk kembali ke pembuluh darah. Proses reabsorbsi ini akan terus berlangsung dari tubulus proksimal, masuk ke tubulus descenden ke loop oh henle dan naik ke tubulus ascenden ke tubulus distal. Saat urine berada di tubulus ascenden, garam dipompa keluar sehingga urine menjadi lebih pekat, proses reabsorbsi ini didapatkan urine sekunder.

3. Sekresi/Augmentasi

Proses Sekresi atau Augmentasi dimana urine sekunder kemudian dialirkan menuju tubulus distal dan collecting duktus atau duktus pengumpul. Di tubulus distal, pengeluaran zat sisa oleh darah seperti Kreatinin, H+, K+, NH3 terjadi. H+ dikeluarkan untuk menjaga pH dalam darah. Proses ini mengandung sedikit air dan menghasilkan urine sesungguhnya kemudian menuju ductud collecting. Urine ini mengandung urea, amonia, sisa sisa metabolisme protein, dan zat zat racun yang berlebihan didalam darah seperti sisa obat-obatan, hormon, garam mineral, dan sebagainya. Urine yang sudah jadi ini dari duktus collecting dibawa menuju pelvis menuju kandung kemih melalui ureter dan keluar menuju uretra untuk dikeluarkan dari tubuh. Urin yang sesungguhnya akan ditampung lebih dulu di kandung kemih sampai batas tertentu sampai nerves yang berada didekatnya mengirim impuls keinginan untuk berkemih atau proses ekskresi.

4. Ekskresi

Proses pembentukan urine berikutnya adalah Ekskresi yang merupakan bentuk pengeluaran urin dalam tubuh yang melibatkan ureter, kandung kemih, dan uretra. Proses Ekskresi ini merupakan proses pengeluaran urin yang menstimulus nerves sekitar kandung kemih sebagai penanda keinginan untuk miksi atau berkemih. Urin yang dikeluarkan memiliki kandungan zat zat toksik bagi tubuh seperti kreatinin, ureum, asam urat, dan hasil metabolisme lainnya termasuk sisa obat-obatan yang dikonsumsi. Tingginya kadar kreatinin dan ureum dalam tubuh menyatakan buruknya kondisi ginjal. Kadar kreatini juga digunakan sebagai patokan fungsi ginjal dari hasil pemeriksaan laboratorium.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top